Kehamilan, Kesehatan

Meningkatkan Kualitas Hidup Bayi Prematur

GAMBIR—Di Indonesia setiap tahun terdapat 15,5 persen bayi yang lahir prematur. Data tahun 2010 menunjukkan 675.700 bayi lahir prematur dari total kelahiran sebanyak 4.371.800 bayi. Angka ini menjadikan Indonesia berada di posisi kelima teratas kelahiran prematur di dunia. Posisi tersebut berada setelah India, Tiongkok, Nigeria, dan Pakistan.

Prematuritas ternyata juga menjadi salah satu penyebab besarnya angka kematian bayi. Sebanyak 37 persen angka kematian bayi disebabkan prematuritas. Kelahiran prematur juga menjadi faktor timbulnya risiko gangguan pada bayi. Pertama, risiko jangka pendek seperti hipotermi,gangguan pernafasan berat, kelainan jantung, infeksi, perdarahan otak, gangguan pencernaan, dan masalah minum. Selain itu, risiko jangka panjang seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan pertumbuhan, dan gangguan perkembangan.

“Gangguan perkembangan dapat berupa gangguan perilaku, kecerdasan, interaksi, hingga serebral palsi dan retardasi mental pada perkembangan anak,” ujar dokter spesialis anak Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Budi Kemuliaan Irma Sapriani saat ditemui di Monas dalam acara aksi gizi pada Minggu (10/5) kemarin.

Menurut keterangan Irma lebih dari 50 persen bayi prematur memiliki gangguan perkembangan. Untuk mencegah risiko tersebut, ibu hamil perlu peduli terhadap kondisi kehamilannya. Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai saat hamil sebagai tanda prematuritas, di antaranya mengalami keputihan, kontraksi atau kencang-kencang yang sering, keluar air-air, demam, dan keluar darah.

“Jika mengalami salah satu keluhan itu harus berkonsultasi dengan dokter kandungan,” tutur dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Budi Kemuliaan Dwirani Amelia saat ditemui di kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, Dwirani mengatakan bahwa ibu hamil tidak cukup sehat saja tetapi juga bugar. Hal itu perlu dibiasakan saat awal pernikahan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan olahraga tiga kali seminggu. “Kalau sebelum hamil jarang olahraga, sewaktu hamil akan jadi berat,” tambah Dwirani.

Bayi yang lahir prematur memerlukan perawatan inkubator. Namun, akan lebih baik bila perawatan tersebut ditunjang dengan perawatan metode kangguru (PMK). PMK dilakukan antara ibu dan anak. Caranya adalah menempelkan bayi prematur yang tidak memakai baju ke dada sang ibu. “Kulit ibu dan bayi harus saling menempel,” tambah Irma.

Lebih lanjut, kata Irma, metode PMK ada dua yakni intermitten yang dilakukan berselang-seling dengan perawatan inkubator, dan PMK 24 jam yang dilakukan pada bayi prematur selepas dari perawatan inkubator. PMK 24 jam dilakukan pada bayi prematur yang kondisinya sudah stabil.

PMK memiliki banyak keuntungan. Di antaranya menstabilkan denyut jantung bayi, mempercepat peningkatan berat badan bayi prematur, memberi kehangatan bayi, meningkatkan durasi tidur, dan mengurangi tangisan bayi. (uti)

Ditulis oleh Maruti Asmaul Husna Subagio, (saat itu) reporter Jawa Pos Metropolitan, pada 10 April 2015

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s