Kehamilan, Kesehatan, Kewanitaan, Perkembangan Anak

Peran Sugesti untuk Keberhasilan ASI

MENTENG—Setiap bayi di bawah usia dua tahun membutuhkan air susu ibu (ASI) sebagai makanan terbaik bagi tubuhnya. Di dalam ASI mengandung banyak kebaikan. Tidak hanya sebagai asupan makanan tetapi juga melindungi bayi dari berbagai risiko penyakit. Sayangnya, tidak semua ibu menyadari hal ini. Sebagian ibu masih memberikan susu formula kepada buah hati kecilnya. Dikarenakan kurang kepahaman tentang pentingnya ASI atau memang ASI sang ibu tidak keluar.

Sebenarnya hal apa saja yang memengaruhi produksi ASI seorang ibu? Dokter spesialis anak sekaligus ketua pembina sentra laktasi dr Utami Roesli menerangkan bahwa yang paling berpengaruh adalah sugesti sang ibu.

”Produksi ASI dipengaruhi hormon oksitosin yang sangat tergantung pada pikiran negatif atau positif,” jelas Utami.

Dia menambahkan hormon oksitosin akan meningkat jika ibu mendapatkan rasa nyaman. Sebaliknya, apabila ibu mengalami stres atau tekanan, contohnya ibu melahirkan yang dirawat di ruang emergency, ASI biasanya tidak keluar. ”Jika berpikir ASI keluar maka dia keluar, kalau tidak ya tidak. Tergantung what you believe,” tutur Utami.

Lebih lanjut, kata dia, hal itu berkaitan dengan psycho neuro immunology (PNI). Yakni, bagaimana hal psikis mampu merangsang neurologi dan daya tahan tubuh yang bagus. Utami menambahkan bahwa peran ayah sangat besar dalam keberhasilan ASI. Kaitannya dengan menciptakan perasaan nyaman pada ibu. Di antaranya dengan menunjukkan kasih sayang kepada sang istri dan membantu meringankan pekerjaan rumah tangga contohnya.

Dalam sebuah penelitian clinical pediatric 1994 Utami menerangkan ditemukan bukti nyata peran ayah dalam keberhasilan produksi ASI sang ibu. Penelitian dilakukan pada 115 ibu menyusui. Hasilnya menunjukkan 98,1 persen ibu yang mendapat pertolongan dengan benar dari sang suami berhasil menyusui. Sedangkan, hanya 26,9 persen ibu yang berhasil menyusui saat tidak mendapat pertolongan dengan benar dari sang suami.

Hormon lainnya yang berperan dalam produksi ASI adalah prolaktin. Pada wanita hormon ini berfungsi menstimulasi sel di dalam alveoli otak untuk memproduksi ASI. Jika hormon prolaktin memproduksi ASI, maka hormon oksitosin adalah hormon yang merangsang keluarnya ASI.

Terkait suplemen tambahan seperti susu ibu hamil, Utami berpendapat hal tersebut boleh-boleh saja namun sebetulnya tidak perlu. Dirinya menyarankan agar ibu memperbanyak asupan gizi dari bahan makanan alami seperti daging, ikan, telur, sayur, dan buah-buahan. ”Kalsium dari susu kan pabrikan, yang alami juga banyak terdapat di ikan teri atau kacang-kacangan misalnya,” tukas Utami.

Sementara, terkait anjuran yang banyak berkembang di masyarakat untuk menghasilkan produksi ASI, seperti daun katu pada masyarakat Jawa dan jantung pisang pada masyarakat Sulawesi, Utami menerangkan hal itu bergantung pada keyakinan sang ibu itu sendiri. ”Kalau berpikir dengan daun katu bisa banyak ya banyak, kalau yakinnya dengan jantung pisang ya bisa juga,” tandas Utami. (uti)

Ditulis oleh Maruti Asmaul Husna Subagio, (saat itu) reporter Jawa Pos Metropolitan, pada 10 Juli 2015

Standard