Kesehatan, Parenting

Tidak Sekadar Mandi, Tapi Stimulasi

SETIA BUDI—Setiap anak dalam masa tumbuh kembang patut mendapat perhatian terbaik dari orang tuanya. Termasuk bayi dalam usia 1—3 tahun. Kegiatan memandikan bayi dalam usia tersebut ternyata bukan suatu hal yang remeh. Namun, dapat memberi banyak manfaat kepada bayi jika dilakukan dengan benar.

Pada periode emas, yakni tiga tahun pertama sejak kelahiran,  otak anak berkembang sangat cepat. Otak terdiri dari jutaan neuron yang saling berhubungan satu sama lain. Semakin banyak hubungan neuron yang terbentuk, anak akan semakin pintar. Pembentukan koneksi antar neuron dapat dipicu dengan memberi banyak stimulasi, seperti suara, warna, rasa, dan bau.

Menurut psikolog Ayoe Sutomo, setidaknya ada dua manfaat dari kegiatan memandikan bayi, yang pertama terbentuk bounding emosi antara anak dan orang tua. Sedangkan yang kedua terjadi proses belajar pada anak, seperti mengenal beragam tekstur serta mengenali suara orang tua.

”Stimulasi pada anak dapat terjadi secara tidak sadar, contohnya ketika menidurkan bayi dengan nyanyian. Bayi belajar mengenal suara dan kemampuan musikal,” ujar Ayoe saat ditemui di Lotte Shopping Avenue dalam acara peluncuran produk shampoo bayi terbaru pada (27/5) kemarin.

Anak pada usia 1—3 tahun mengalami perkembangan motorik kasar yang pesat. Sehingga, selalu aktif bergerak ke sana kemari dan seakan tidak bisa diam. Untuk itu, kegiatan mandi setelah bermain perlu dilakukan dengan optimal karena dapat berpengaruh pada psikologis anak. Di antaranya, anak merasa segar dan bersih.

Menurut ahli tumbuh kembang anak dr Soedjatmiko, mandi yang benar dilakukan dengan tidak terburu-buru. Seringkali orang tua memandikan anak ala kadarnya karena alasan kesibukan. Hal itu dapat berakibat anak trauma untuk mandi. Salah satu akibatnya anak sulit diajak keramas misalnya. Ini senada dengan penjelasan Ayoe bahwa stimulasi yang baik adalah bila anak merasa senang.

”Stimulasi multi sensori sama pentingnya dengan kebutuhan ASI, gizi lengkap seimbang, dan imunisasi, ” tutur Soedjatmiko saat ditemui di acara yang sama.

Selain itu, Ayoe merekomendasikan saat anak mulai bisa berkomunikasi, yakni di atas usia tiga tahun, diterapkan aturan mandi. Anak perempuan dimandikan oleh ibu, sedangkan anak laki-laki dimandikan oleh ayah. Dari situ anak dapat dikenalkan pengetahuan seksual sejak dini. (uti)

Ditulis oleh Maruti Asmaul Husna Subagio, (saat itu) reporter Jawa Pos Metropolitan, pada 27 Mei 2015

Standard