Buku Anak, Literasi, Reading Habit

Tumbuhkan Minat Baca dari Mendongeng

KUNINGAN—Mimik wajah dan gestur tubuh seorang pendongeng menyita perhatian sekitar 30 anak di SDN Karet Kuningan 01 kemarin (13/6). Pendongeng tersebut membawakan dua cerita rakyat yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Tengah. Kisah dari NTB berjudul Puteri Mandalika. Sedangkan kisah dari Jawa Tengah berjudul Gerhana.

Dikisahkan dalam cerita Puteri Mandalika dahulu ada seorang puteri yang dipinang oleh beberapa pangeran. Karena tidak sanggup memilih salah satu di antaranya untuk menjadi suami, puteri tersebut memilih menceburkan diri ke laut. Sang puteri menginginkan dirinya dapat dinikmati oleh banyak penduduk. Karena itu dia menjelma menjadi nyale, sejenis cacing laut yang sering muncul dalam jumlah besar di pantai Lombok.

Anak-anak tersebut diajak untuk menceritakan ulang dongeng tersebut kepada teman-teman lainnya di luar. Sehabis mendengarkan dongeng mereka bersama-sama menghias boneka kayu. Sebuah kayu polos berbentuk boneka bebas dihias menjadi salah satu tokoh yang mereka dengar dari dongeng. Dua siswi kelas 5 SDN Karet 05, Novita Fitri dan Aisyah Putri Ramadhina memilih membuat boneka Puteri Mandalika.  ”Dongengnya seru,” ujar Novita.

Tidak hanya anak-anak, dalam program KidsRead yang diselenggarakan oleh British Council pagi itu para guru dan orang tua pun dilatih agar bisa mendongeng. Metodologi bercerita dalam proses belajar sehari-hari diyakini dapat membuat anak lebih cepat memahami suatu informasi baru. Selain itu juga melatih mengingat segala sesuatu lebih lama.

”Dengan memberikan pengalaman yang menyenangkan dari proses mendengar cerita diharapkan akan meningkatkan minat baca anak-anak,” tutur english development manager british council Myrtha Keshvari saat ditemui dalam kesempatan tersebut.

Menurut Myrtha angka kebiasaan membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah. Berdasarkan data UNESCO pada 2012 indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001. Yang berarti hanya satu dari setiap 1.000 orang di Indonesia yang memiliki minat membaca. Dalam menghadapi perkembangan teknologi, orang tua dan guru dituntut semakin kreatif meningkatkan minat baca anak-anak.

”Anak yang terbiasa mendongeng akan lebih komunikatif dan memiliki interpersonal skill yang baik,” tukas pendongeng Ariyo Zidni yang bercerita di depan anak-anak pagi itu.

Lebih lanjut menurut Ariyo kemampuan berpikir logic serta analytical thinking anak akan terasah lewat mendongeng. Lelaki yang sudah mulai mendongeng sejak 1990 ini menyarankan agar mendongeng dilakukan lewat cerita dalam buku. ”Selesai mendengar dongeng anak yang tertarik dengan cerita tersebut akan membuka buku. Sehingga menumbuhkan minat baca,” tandasnya. (uti)

Ditulis oleh Maruti Asmaul Husna Subagio, (saat itu) reporter Jawa Pos Metropolitan, pada 28 Mei 2015

Standard