Diet dan Olahraga, Kesehatan

Olahraga saat Puasa Dianjurkan Pagi–Sore

JAKARTA – Meski sedang berpuasa, tapi tubuh tetap dianjurkan untuk bergerak aktif. Makanya, Olahraga saat puasa tidak dilarang, justru dianjurkan. Namun, harus tepat dalam pemilihan waktu berolahraga, durasi, serta jenis olahraga yang dilakukan.

Menurut ahli fisiologi olahraga dr Ermita I. Ilyas, olahraga saat puasa ada dua pilihan waktu yang baik. Yakni, saat pagi dan sore. Olahraga pagi di bulan puasa dianjurkan dilakukan tiga jam setelah sahur. Pada waktu tersebut energi dan glukosa yang tersimpan dalam tubuh masih banyak.

Namun, olahraga yang dianjurkan hanyalah olahraga ringan yang tidak mengeluarkan banyak keringat. Durasi ideal dilakukan selama 20 menit. ”Bisa dengan jalan kaki atau bersepeda,” ujar Ermita.

Sedangkan, pilihan waktu kedua, yakni setengah jam sebelum berbuka. Alasannya, saat kadar gula darah menurun bisa langsung dipenuhi kembali saat berbuka. Jenis olahraga yang dipilih juga olahraga ringan seperti berjalan dan bersepeda. Namun, bagi penderita diabetes tidak dianjurkan berolahraga saat sore hari. Sebab, saat tersebut kadar gula darah sedang rendah. Bagi penderita diabetes disarankan memilih waktu pagi sekitar 15–20 menit. ”Baik kalau bisa olahraga 3 kali seminggu saat puasa,” tutur Ermita.

Ermita menjelaskan, bahwa saat puasa penting bagi tubuh untuk bergerak aktif. Manfaat yang dirasakan adalah tubuh lebih segar, tidak lemas, dan tidak mudah mengantuk. Selain itu, kadar gula darah lebih stabil. Berbeda jika saat puasa dihabiskan dengan banyak tidur. Menurut Ermita, dengan tidur hormon adrenalin tidak keluar. ”Tubuh jadi tambah lemas dan gampang lapar karena kadar glukosa rendah,” ujarnya.

Hormon adrenalin dibutuhkan untuk memecah sumber energi dalam tubuh menjadi energi. Karena itu, saat beraktivitas dan bekerja aktif lapar saat puasa justru tidak terasa. Ermita menambahkan tidur sehabis sahur juga perlu diatur. Yakni, sekitar satu jam setelah sahur agar makanan dalam lambung sudah turun. Tidur saat puasa diperbolehkan jika waktunya tidak terlalu lama. ”Cukup 1–2 jam saat pagi atau siang agar menjadi cadangan energi di waktu malam,” tambahnya. (uti/ind)

Ditulis oleh Maruti Asmaul Husna Subagio, (saat itu) reporter Jawa Pos Metropolitan, pada 22 Juni 2015

Standard